September 23, 2014

Every Muslim hunt for blessings of Ramadhan


Two police officers were keeping moslem people who are doing the Eid prayer




In Indonesia, Eid prayer is usually held on the street when the mosque is full










People leaving the paper which use as a mat in the street



An old woman took the paper used as a mat, for resale



All pictures taken with Olympus E1 & Zuiko Lens 18-180mm,1:3.5-6.3.

September 22, 2014

207 horse racing to be the fastest in Kejayan, Pasuruan

Dozens of racing jockeys spur their horses to be the fastest in the National Championship, at Ki Ageng Astrojoyo field, Desa Coban Joyo, District Kejayan, Pasuruan, East Java, on Sunday, September 21. This championship was held for the first time in East Java, and will become an annual event. This race fighting over the trophy from the Regents of Pasuruan, H. Irsyad Yusuf, SE, MMA.






The audience is very different and unique, watched by wearing sarong




Agustus 28, 2014

Tradisi Pesta Mercon



Bagi masyarakat Indonesia, tradisi Sumet Mercon / Petasan ini adalah moment yang ditunggu-tunggu setelah melaksanakan sholat Idul Fitri. Petasan yang dipakai biasanya disebut brondongan. Bentuknya kecil-kecil tapi banyak. Ada juga yang menyalakan petasan dalam ukuran besar.
Di masyarakat pedesaan muncul ungkapan 'kalau tidak ada petasan berarti tidak Lebaran', Bukti bahwa petasan adalah bagian tradisi. Sedangkan didaerah perkotaan sejalan dengan perkembangan zaman, tradisi itu berangsur ditinggalkan, karena pemerintah memperketat aturan tentang membuat, membunyikan dan memperdagangkan mercon.


Pada petasan brondongan biasanya diseling-seling dengan kombinasi ukuran mercon yang berbeda, ada yang kecil dan yang besar, ketika disulut menimbulkan suara ledakan beruntun, layaknya bunyi senapan otomatis dan diselingi suara ledakan layaknya granat 







Seorang anak menutup telinga waktu petasan meledak

Kertas bekas petasan yang telah diledakkan


Agustus 26, 2014

Gili Labak - The Exotic Island


Ketika menginjakkan kaki di pulau Gili Labak, sejauh mata memandang Anda pasti akan terpana keindahannya.
Worth it banget perjalanan selama 3 jam, menyeberang dari pelabuhan Kalianget. Pulau ini tepatnya berada di Kabupaten Sumenep, ujung Madura. Kalau dari Surabaya menuju Sumenep dibutuhkan waktu sekitar 4-5 jam.


Pulau kecil ini juga dikenal dengan sebutan pulau tikus, dihuni sekitar 35 kepala keluarga atau 100 jiwa lebih, yakni perempuan 58 orang dan laki-laki hanya 36 orang dan selebihnya masih usai sekolah. Luas Gili Labak hanya sekitar 5 hektar saja dan untuk mengelilingi pulau melalui pesisir pantai hanya menghabiskan waktu sekitar 15 hingga 30 menit dengan berjalan kaki, karena memang tak ada moda transportasi darat di pulau ini.





Jika ingin puas menikmati eksotisnya, paling tidak Anda harus menginap selama 3 hari. Banyak sekali yang bisa dilakukan, antara lain swimming, snorkling, diving dll. Cocok sekali bagi peminat keindahan alam bawah laut, kebanyakan turis yang datang memang ingin melakukan aktivitas seperti snorkeling ataupun diving. Pulau Gili Labak tidak jauh berbeda dengan gili air, gili kondo di Pulau Lombok. Sama-sama memiliki pasir putih.




 Bagi anda yang ingin merasakan sensasi pulau pribadi serta daerah pesisir pantai yang masih alami, Gili Labak merupakan lokasi yang tepat.


Pelaut yang tinggal di Gili Labak




http://hengkypagipho.wordpress.com/

Agustus 25, 2014

Panjat Pinang – A Slippery Tradition of Indonesia


Salah satu cara unik untuk merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia adalah Panjat Pinang. Berasa kembali ke masa kolonial Belanda, Panjat Pinang adalah salah satu tradisi yang tertua dan terpopuler di Indonesia. 




Bentuk lombanya adalah sebuah pohon pinang yang tinggi dan batangnya dilumuri oleh pelumas dalam keadaan berdiri. Kemudian di bagian atas pohon tersebut, disiapkan berbagai hadiah menarik. Para peserta berlomba untuk mendapatkan hadiah-hadiah tersebut dengan cara memanjat batang pohon.




Karena batang pohon licin, diberi pelumas, para pemanjat batang pohon sering kali jatuh. Akal dan kerja sama para peserta adalah yang paling penting untuk bisa memanjat batang pohon licin. Ketika banyak peserta lomba yang jatuh menjadi atraksi yang menarik bagi para penonton. Setelah berhasil mencapi puncak maka hadiah-hadiah tersebut bisa diambil dan dibagikan kepada para peserta dalam satu tim.
Warga Jemursari, Surabaya sudah beberapa tahun ini menyelenggarakan Panjat Pinang. Pesertanya banyak juga yang dari luar kota, karena hadiah yang diperebutkan lumayan besar, ada lemari es, televisi dll.

Sejarah Panjat Pinang

Panjat pinang berasal dari zaman penjajahan Belanda dulu. lomba panjat pinang diadakan oleh orang Belanda jika sedang mengadakan acara besar seperti hajatan, pernikahan, dan lain-lain.yang mengikuti lomba ini adalah orang-orang pribumi. Hadiah yang diperebutkan biasanya bahan makanan seperti keju, gula, serta pakaian seperti kemeja, maklum karena dikalangan pribumi barang-barang seperti ini termasuk mewah. sementara orang pribumi bersusah payah untuk memperebutkan hadiah, para orang-orang Belanda menonton sambil tertawa. tata cara permainan ini belum berubah sejak dulu.

Bisa dibayangkan kondisi pada masa penjajahan, sementara warga negara Indonesia bersusah payah dengan berlumuran keringat, para Penjajah Belanda dan keluarganya tertawa terbahak bahak melihat penderitaan Bangsa Indonesia. Dan mungkin saat ini, ketika perayaan 17 Agustus, mereka masih tertawa terbahak bahak, menyaksikan bahwa budaya yang mereka buat dengan tujuan melecehkan Bangsa Indonesia, ternyata justru di lestarikan.

Saat ini bentuk permainan ini masih bertahan hingga sekarang, ada pihak yang tidak mempermasalahkan sejarah permainan ini, tapi ada juga yang tidak setuju dengan budaya ini. Jika sejarah panjat pinang begitu menyakitkan mengapa harus di lestarikan. Ada beberapa kontroversi seputar Panjat Pinang. Sementara sebagian besar Indonesia percaya itu adalah tantangan pendidikan yang mengajarkan orang untuk bekerja sama dan bekerja keras dalam mencapai tujuan mereka, ada orang-orang yang mengatakan Panjat Pinang adalah tampilan merendahkan yang mengirimkan salah jenis pesan untuk pemuda Indonesia. Ada juga isu lingkungan mengurangi sejumlah besar kacang-pohon untuk suatu perayaan hedonistik.Apapun kontroversi yang ada Panjat Pinang selalu menjadi tradisi yang unik di negara Indonesia.